Empat Vendor Tinggalkan Bisnis Smartphone di Indonesia

Posted on

EMPAT merek Hp meninggalkan Indonesia. Penyebabnya, mereka tidak mampu bersaing dengan produsen lain. Keempat merek Hp atau smartphone yang hengkang dari pasar Indonesia adalah Lenovo, LG, Blackbarry dan Sony.

Dengan penduduknya yang besar mencapai 200 juta lebih, Indonesia memang merupakan pasar potensial yang sangat menarik bagi banyak produk dari luar negeri. Termasuk produk Hp.

Tetapi dengan ketatnya persaingan, ternyata tidak semua mampu bertahan. Sebagian dari mereka terpaksa menarik diri dari pasar Indonesia.

Di sisi lain, tentu ada beberapa produk Hp yang melejit karena mampu menarik minat dari sebagian besar konsumen Indonesia. Persaingan di pasar smartphone memang tampak sangat agresif. Baik dari sisi produk dengan mengandalkan teknologi mutakhir maupun dari sisi harga.

Keempat Hp yang Hengkang dari Pasar Indonesia

hp lenovo

Keempat merek smartphone / Hp yang akhirnya hengkang dari pasar Indonesia adalah:

1. Lenovo

Merek telepon seluler (ponsel) Lenovo pernah berjaya di pasar Indonesia pada awal ramainya penggunaan Hp Lenovo model lama. Kala itu, vendor dari China belum menyerbu Indonesia.

Samsung, Sony, LG, plus Lenovo, ketika itu mulai berjaya menguasai pasar Indonesia. Tetapi dengan masuknya beberapa produk Hp dari China dengan harga sangat murah, persaingan antarvendor mulai tajam. Persaingan yang sengit silih berganti bentuknya sampai sekarang.

Sebelum hengkang dari Indonesia, Lenovo mengalihkan produksinya ke pihak ketiga. Yakni, InOne Technology yang tugasnya mendesain, membuat, dan menjual produk Lenovo.

Dalam perjalanannya, pasar Lenovo terus menurun. Lenovo resmi hengkang dari Indonesia sejak tahun 2018 lalu.

2. LG

Pada tingkat global, LG asal Jepang ini masih cukup aktif memasarkan berbagai produknya. Tetapi, untuk pasar Indonesia, sejak tahun 2018 lalu LG mulai meninggalkan bisnisnya di negeri ini.

Kabarnya, alasan utama meninggalkan pasar Indonesia karena tidak mampu melawan gempuran pasar dari beberapa vendor dari China. Berkiprah di pasar ponsel Indonesia sejak 1990, LG disebut-sebut tidak mampu bersaing dengan berbagai merek ponsel asal China di Indonesia.

Kemunduran bisnis smartphone diakui oleh beberapa bos LG. Tetapi, mereka menyatakan tidak akan mundur dari bisnis smartphone. Yang akan mereka lakukan adalah mengubah strategi bisnis.

3. Blackberry

Blackberry juga termasuk produsen Hp yang hengkang dari Indonesia. Meskipun pada awalnya nama Blackberry sangat terkenal. Bahkan, Blackberry waktu itu seperti telah menenggelamkan merek ponsel lain.

Ya, pasar smartphone / Hp memang agresif. Invovasi dalam berkompetisi sangat tinggi. Ternyata, Blackberry tidak mampu mengejar kemajuan dan gejolak pasar smartphone di Indonesia. Tidak mampu menerobos ketatnya persaingan pasar di negeri ini.

Produk terakhir yang dirilis adalah Blackberry Key2 LE pada tahun 2018 lalu. Sejak itu, Blackberry tidak pernah lagi melempar produk ponsel baru di pasar Indonesia.

4. Sony

Sony juga termasuk smartphone / Hp yang pernah populer di Indonesia pada awal berkembangnya produk Hp. Tetapi, inovasi produk tidak mampu melawan serbuan para pedatang baru, selain ada faktor bisnis.

Sony justru merupakan merek smartphone yang lebih awal hengkang dari Indonesia, yakni pada tahun 2016 lalu. Bahkan di negeri sendiri, Jepang, kabarnya Hp Sony juga mulai kehilangan pamornya.

Demikian pula di beberapa negara wilayah Asia seperti di Timur Tengah. Atau di beberapa negara Afrika dan Turki. Kiprah Sony juga menyurut. Pasar Hp Sony masih eksis di beberapa negara Eropa. Tetapi, mampukah Sony untuk kembali berjaya di masa depan?

Kabarnya, kini Sony menggenjot bisnis konten, software, layanan, dan segmen berlangganan yang lebih menguntungkan.

“Semuanya itu akan mendorong pertumbuhan dan sekaligus mempertahankan pertumbuhan perusahaan,” tutur seorang analis. Penurunan penjualan smartphone Sony terjadi sejak tahun 2015 lalu.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.