Google Cabut Lisensi Android untuk Huawei, Bagaimana Hp Lama?

Posted on

HUAWEI terus dipojokkan oleh pemerintah Amerika Serikat. Setelah beberapa bulan lalu bos Huawei ditangkap aparat keamanan saat masuk Amerika Serikat, kini kerja sama bisnisnya dengan Google terancam diputus.

Huawei tidak akan lagi menerima lisensi sistem operasi Android dari Google. Kabarnya, Google akan menangguhkan bisnis dan kerja sama mereka dengan Huawei.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari peraturan pemerintah AS yang telah ditetapkan sebelumnya. Peraturan itu melarang Huawei, vendor asal Tiongkok, itu membeli segala komponen apa pun dari perusahaan AS tanpa izin dari pemerintah AS. Baik untuk hardware ataupun software.

Bisnis Smartphone Huawei Dipredisi Akan Sangat Terpukul

hp huawei mate 20

Jika kebijakan pemerintah AS ini diberlakukan dengan ketat, tentu akan sangat memukul bisnis Huawei. Sebab, smartphone Android produksi Huawei tidak akan bisa mengakses ke layanan utama Google, termasuk akses ke Google Play Store, Gmail, dan Youtube.

Juru Bicara Google mengatakan bahwa pihaknya kini tengah menganalisis dampak dari aturan pemerintah AS. Yang jelas, Google akan mematuhi kebijakan pemerintah AS.

Walaupun demikian, kata sebuah sumber, Huawei masih berkesempatan untuk menggunakan sistem operasi Android. Meskipun Huawei sudah tidak memegang lisensi pemakaian sistem operasi Android. Android adalah sistem operasi terbuka yang berbasis komunitas.

Tetapi, Hp buatan Huawei tidak bisa menggunakan aplikasi buatan Google yang lain. Misalnya Gmail, Chrome, dan Play Store.

Layanan di bawah kendali Google itu tidak bisa diakses menggunakan Hp/smartphone Huawei. Sebab, layanan-layanan itu memerlukan perjanjian komersial antara Huawei dan Google.

Jadi, nantinya Huawei hanya bisa menggunakan sistem operasi Android yang memang bebas digunakan oleh umum. Hanya layanan akses aplikasi khusus tidak bisa diperoleh karena lisensinya akan dicabut.

Huawei Telah Mengantisipasi dengan Membuat Langkah-langkah Khusus

Sebagai perusahaan besar, Huawei tentu saja sudah mengantisipasi segalanya dan membuat langkah-langkah solusinya.

Salah satu solusi yang bakal ditempuh adalah mengembangkan sendiri teknologi jika nantinya Google benar-benar menghentikan hubungan bisnis dengan Huawei.

Tetapi, salah satu petinggi Huawei, Eric Xu, mengatakan sesungguhnya siapa saja berhak mengembangkan Android. Sebab, kata dia, Android adalah sistem operasi terbuka yang berbasis komunitas.

“Android tidak punya hak hukum untuk memblokir perusahaan mana pun untuk dapat mengakses lisensi open-source,” kata Eric.

Namun, seorang peneliti dari lembaga riset pasar CCS Insight, peraturan pemerintah AS itu tetap punya dampak besar terhadap bisnis smartphone Huawei, terutama untuk wilayah Eropa.

Mengapa? Karena selama ini, Eropa merupakan pasar terbesar kedua produk-produk Huawei.
Punya aplikasi-aplikasi yang selama ini diproduksi oleh Google adalah sangat penting bagi produsen ponsel pintar.

“Ini sangat penting agar produk mereka tetap kompetitif di Eropa, misalnya,” kata Geoff Blaber, Vice President Research dari CCS Insight.

Sebelumnya, pemerintah AS telah memblaklist smartphone Huawei sebagai brand yang terlarang dalam urusan perdagangan. Tidak hanya nama atau produk Huawei.

Pemerintah AS juga memasukkan 70 afiliasi Huawei ke dalam daftar hitam (entity list). Semua perusahaan yang masuk daftar hitan ini dilarang membeli komponen dalam bentuk apa pun dari perusahaan AS tanpa ada persetujuan dari pemerintah AS.

Misalnya Huawei ingin membeli komponen tertentu dari perusahaan AS, Huawei harus mengajukan izin kepada pemerintah AS. Padahal, kini Huawei sangat bergantung pada para pemasok komponen dari Amerika, termasuk Google .

Google merupakan pemilik lisensi sistem operasi Android untuk smartphone, termasuk smartphone produksi Huawei.

Larangan Hanya untuk Produk Huawei yang Baru

Bagaimana nasib pemilik Hp Huawei dengan adanya kemungkinan pemutusan hubungan perdagangan antara Huawei dan Google?

Bagi Anda yang sekarang menggunakan Hp buatan Huawei tidak perlu khawatir. Google menjamin mereka masih tetap bisa mengakses layanan Google seperti sebelumnya. Misalnya mengakses Play Store, Gmail, YouTube dan layanan Google lainnya.

Jadi, pemilik Hp Huawei sekarang seperti Hp Huawei Mate 20, P30, tidak perlu khawatir.

“Kami memastikan kepada Anda, saat kami mematuhi semua persyaratan pemerintah AS, layanan-layanan seperti Google Play dan fitur keamanan Google Play Protect akan tetap bisa berfungsi pada perangkat Huawei yang sudah beredar saat ini ,” tulis Google dalam akun Twitter @Android, Senin (20/5/2019).

Huawei merupakan vendor besar dari China yang terus tumbuh melejit. Bahkan, kabarnya Huawei berhasil menggeser Apple sebagai penjual perangkat ponsel terbesar kedua di dunia. Penjualan ponsel terbesar nomor satu dipegang Samsung.

Menurut laporan IDC, pada kuartal pertama 2019 Huawei berhasil menjual 59 juta perangkat.

sumber utama dari: Kompas.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *